7 Gejala HIV Aids pada wanita yang sering kali tidak disadari

Human Immunodeficiency Virus atau biasa orang menyebutnya HIV adalah penyakit kelamin yang sampai saat ini belum ada obatnya.

Bagi yang menderita penyakit ini terkadang hanya diberi obat obatan penguat ketahanan tubuh saja. Sehingga kemungkinan besar si penderita meninggal dalam kurun waktu tertentu, tergantung daya tahan tubuhnya.

Orang orang yang beresiko terkena penyakit HIV, adalah mereka yang sering melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman. Dan untuk mereka yang menggunakan obat obatan terlarang dengan suntikan kemungkinan besar juga mudah terjangkit virus HIV.

Gejala awal hiv muncul memang sulit terlihat, sehingga terkadang orang tidak tahu bahwa tubuhnya sudah terinfeksi virus HIV.

Meskipun gejalanya samar bukan berarti tidak bisa diindentifikasi, ada beberapa ciri ciri hiv stadium awal yang bisa anda pahami untuk menanggulangi virus HIV.

Berikut adalah 7 gejala hivĀ pada wanita yang sering kali tidak disadari:

  1. Pneumonia/infeksi paru paru

Gejala hiv pada wanita yang pertama adalah Pneumonia atauĀ infeksi paru-paru. Untuk penyakit pneumonia virus, infeksi disebabkan oleh virus, terutama virus influenza karena virus ini dapat melemahkan pertahanan paru-paru.

Batuk dan penurunan berat badan adalah gejala yang mudah untuk menjadi acuan. Infeksi ini akan berkembang pesat jika sistem kekebalan tubuh tidak berjalan dengan baik.

“Ada banyak infeksi oportunistik yang berbeda dan masing-masing dapat datang dengan waktu yang berbeda,”

Pneumonia merupakan salah satu infeksi oportunistik, sedangkan yang lainnya termasuk toksoplasmosis, infeksi parasit yang mempengaruhi otak, cytomegalovirus, dan infeksi jamur di rongga mulut.

  1. Perubahan pada kuku

Gejala HIV Aids pada wanita yang kedua adalah perubahan pada kuku, perubahan biasanya seperti kuku terbelah, penebalan dan kuku yang melengkung, atau perubahan warna (hitam atau coklat berupa garis vertikal maupun horizontal). Seringkali hal tersebut disebabkan infeksi jamur, seperti kandida.

“Pasien dengan sistem kekebalan yang menurun akan lebih rentan terhadap infeksi jamur,”

  1. gejala hiv pada wanita karena Infeksi Jamur

Infeksi jamur yang umum pada tahap lanjut adalah thrush, infeksi mulut yang disebabkan oleh Candida, yang merupakan suatu jenis infeksi jamur.

Candida merupakan jamur yang sangat umum dan salah satu yang menyebabkan infeksi jamur pada wanita.

“Candida cenderung muncul di rongga mulut atau kerongkongan, sehingga akan sulit untuk menelan,”

  1. Kesulitan berkonsentrasi

Masalah kognitif dapat menjadi tanda demensia terkait HIV, yang biasanya terjadi lambat dalam perjalanan penyakit. Selain kebingungan dan kesulitan berkonsentrasi, demensia terkait AIDS mungkin juga melibatkan masalah memori dan masalah perilaku seperti marah atau mudah tersinggung.

Bahkan mungkin termasuk perubahan motorik seperti, menjadi ceroboh, kurangnya koordinasi, dan masalah dengan tugas yang membutuhkan keterampilan motorik halus seperti menulis dengan tangan.

  1. Sering kesemutan

Tanda/gejala HIV juga dapat menyebabkan mati rasa dan juga kesemutan di tangan dan kaki. Hal ini disebut neuropati perifer, yang juga terjadi pada orang dengan diabetes yang tidak terkontrol.

“Hal tersebut menunjukkan kerusakan pada saraf,”

Untuk gejala tersebut dapat diobati dengan obat-obatan penghilang rasa sakit yang dijual bebas atau obat antikejang seperti gabapentin.

  1. Herpes mulut dan herpes kelamin

Cold sores (herpes mulut) dan herpes kelamin (herpes genital) dapat menjadi tanda dari ARS dan stadium infeksi HIV. Herpes tersebut juga dapat menjadi faktor risiko untuk tertular HIV.

Karena herpes kelamin dapat menyebabkan borok yang memudahkan virus HIV masuk ke dalam tubuh selama hubungan seksual. Orang-orang yang terinfeksi HIV juga cenderung memiliki risiko tinggi terkena herpes karena HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Makanya bagi anda harus selalu hati hati saat melakukan oral, jaga selalu kebersihan dan kesehatan

  1. Ketidakteraturan menstruasi

Gejala hiv pada wanita yang terakhir adalah menstruasi yang tidak teratur. Penyakit HIV pada tahap lanjut tampaknya dapat meningkatkan risiko mengalami ketidakteraturan menstruasi, seperti periode yang lebih sedikit dan lebih jarang.

Perubahan tersebut mungkin lebih berkaitan dengan penurunan berat badan dan kesehatan yang buruk dari wanita dengan tahap akhir infeksi HIV.

gejala awal hiv muncul, ciri ciri hiv stadium awal, gejala awal hiv pada kulit, ciri ciri hiv pada kulit, cara mengobati hiv, gejala hiv, gejala hiv aids, gejala awal hiv, penyakit hiv, tanda tanda hiv, gejala penyakit hiv, gejala hiv pada wanita, gejala penyakit aids, penyakit hiv aids, tanda tanda penyakit hiv, tanda tanda hiv aids, tanda tanda terkena hiv, gejala penyakit hiv aids, gejala hiv aids pada wanita, gejala hiv awal, gejala awal hiv aids, gejala terkena hiv

Mungkin itulah 7 tanda/gejala HIV aids yang harus anda waspadai sebelum terlambat.

Jika pasangan wanita anda sering merasakan demam yang tidak biasa, hati hati… karena demam yang sering disertai dengan gejala lainnya, seperti kelelahan, pembengkakan pada kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan. Bisa menjadi pemicu infeksi HIV.

“Pada titik ini virus bergerak ke dalam aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar. Sehingga akan ada reaksi inflamasi oleh sistem kekebalan tubuh,”

Infeksi HIV juga telah dikaitkan dengan usia menopause yang lebih dini, yaitu sekitar 47-48 tahun bagi perempuan yang terinfeksi HIV dibandingkan dengan perempuan yang tidak terinfeksi sekitar usia 49-51 tahun.

Bagi anda yang memiliki permasalahan seputar kehidupan seksual bisa kirimkan pertanyaan pada kolom komentar dibawah ini. Dan bila info ini bermanfaat silahkan share ke teman/keluarga anda, agar kita semua lebih bisa berhati hati….

Artikel terkait tantang seksual anda bisa klik di halaman ini: Titik rangsang wanita paling sensitif.

Please rate this

7 Gejala HIV Aids pada wanita yang sering kali tidak disadari was last modified: May 9th, 2017 by admin
Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published.